21.28

tentang sebuah rasa dalam hatiku..

bukan aku takut untuk mengakui
namun aku takut mengistilahkan apa tentang rasa ini

bukan aku takut salah
tapi aku takut jika ini memang benar adanya

ribuan tulisan pernah kubaca tentang sebuah rasa ini
ribuah syair, puja dan puji pernah ku cermati
beribu rupa rasa yang terlukis di dalamnya

tapi..

aku hanya bisa menuliskannya dengan sederhana
dari huruf huruf yang kurangkai menjadi kata dengan segala rupa rasa

aku hanya bisa menuliskannya dengan sederhana
dari kata - kata yang kurangkai menjadi kalimat dengan do'a dan pengharapan

tulisanku adalah pendaran hatiku
hatiku yang berbisik pada jemariku
ketika mulutku terkunci karena segenap rasa itu
rasa yang mendesak hatiku untuk berbisik
bukan untuk berteriak
cukup berbisik
karena bisikannya adalah kejujuran

jiwaku teranggas kemarau seperti randu
jantungku berdegup melemah tak menentu
airmata rindu selayak sungai berliku

aku tak perlu mengatakannya padamu
karena kau sudah tahu melalui mata hatimu

senandung desauan angin membelai semak
seiring senyum yang kugambarkan dalam bayanganmu

tak memaksamu untuk memahami rasa ini
tak memaksamu untuk mengerti rasa ini

cukup saja rasa ini untukku sendiri
cukup senyummu saja disana yang akan menemani

tak perlu mendekat padaku
karena mungkin langkahku akan terhenti

dan jangan jauhi aku karena rasa ini
karena..
kini segenap rasa ini ada padamu

lalu bagaimana aku dapat berahasia pada senja?
jika hampir semua isi batin ini ada padamu
jika binarmu menyimpan semua gundah dihatiku



*biru ditemani hening di atas bukit memandang langit biru*

0 komentar: