22.03

..lazuardi..

Kau tahu..
Jika senja mulai menghilang..
Aku akan tersenyum bahagia
Karena malam akan menjemputku
Dan kemudian aku akan menjadi sangat bahagia

Aku tak peduli dengan gelap dan kelam
Karena aku yakin ada DIA yang akan beriba padaku
Dan kemudian memberikan cahayaNYA
Mungkin cahaya itu bukan untukku
Tapi setidaknya
Meskipun dari jauh aku dapat merasakan terangnya
Aku tak butuh cahaya yang terang
Karena itu akan menyilaukan pandanganku
Dan kemudian aku tak dapat melihat dengan jelas

Kau tahu
Ketika aku mengenalmu melalui namamu
Aku semakin percaya bahwa DIA MAHA INDAH DAN LEMBUT
DIA melaluimu, menyapa hatiku ketika aku bermuram

Atas nama keindahan namamu
Aku semakin percaya
DIA menciptakan segala ciptaanNYA dengan amat sangat sempurna

Kau tahu
Aku mengenalmu bukan melalui rupamu
Cukup namamu yang aku sematkan jauh sebelum aku mengenalmu
Dan melalui namamu
Aku semakin percaya
DIA menyampaikan kalam indah dalam FirmanNYA dengan penuh keindahan bahasa

Dan kau tahu
Melalui tutur bahasa yang kau rangkai dengan tulus
Aku percaya bahwa keberserahanlah yang membuat aku tenang
Aku tak terbuai oleh tulisanmu
Aku tak terbuai oleh rupamu
Karena aku mengenalmu bukan karena tulisan dan rupamu
Aku mengenalimu karena do’a yang teruntai dari namamu

Sudah kesekian kali aku katakan padamu
Aku hanya biasa
yang hatinya pun dapat terluka
yang dari wajahnya pun dapat berirmata

Ya.. aku hanya biasa
Yang hanya biasa
Yang masih belajar memahami batas antara keinginan dan kebutuhan
Ingin kucukupkan segala rupa rasa dalam inginku
Namun sungguh bukan untuk menepuk punggungmu

Untuk melihat wajahmu pun aku hanya terdiam
Lalu bagaimana bisa aku menepuk punggungmu
Sedang tanganku saja masih terluka

Lalu bagaimana bisa kuhadapkan wajahku untuk menatap indah matamu
Sedang aku sendiripun masih kesusahan untuk membersihkan wajahku
Dari kemunafikan dan keterlenaanku

Dan kau tahu
Cahaya yang kuperlukan mungkin ada padamu
tak perlu mendekatiku tak perlu berbagi denganku

cukup dirimu saja disana dan selesaikan urusanmu…
aku hanya butuh pendaran cahaya yang kau genggam
mungkin cahayamu akan menuntunku melalui kegelapan malam
dan aku kemudian berjalan pada jalur yang seharusnya aku lalui..

Demi DIA yang MAHA INDAH dan LEMBUT
Kau telah menyapa hatiku
Bukan atas rupa dan tulisan
Tapi karena keindahan do’a dalam namamu
Wahai engkau pemilik nama seindah langit biru



*Parijs Van Java, dipenghujung malam hari ke empat dibulan Mei, 2009*

0 komentar: