aku pencari luka..
luka itu kunikmati dengan rindu..
aku ingin hilang, mungkin terbang atau tenggelam..
atau berubah menjadi debu..
lalu tertiup angin, dan kau hirup udaranya…
agar menyatu kedalam dirimu…
agar dapat menyatu denganmu..
lukaku masih seperti kemarin..
mungkin lukaku yang hampir mengering harus kurobek..
hingga darah bekunya akan mencair dan mengalir..
kemudian aku akan menari tertawa bahagia..
aku menari-nari di atas genangan airmata..
aku tertawa di atas rindu yang mendera..
kemarin aku luka..
lukaku masih sama seperti kemarin..
rinduku pada lukaku masih berlaku..
biru luka..
lukaku biru karena rindu..
dan kini ...
aku cemburu pada waktu..
karena waktu berhasil memilikimu..
karena waktu berhasil membuatku kehilanganmu..
karena waktu berhasil memisahkanku denganmu..
haruskah aku menunggu waktu..??
mengapa bukan waktu yang menungguku saja..??
waktu..
apakah kau sanggup mengobati lukaku..??
luka yang tak ingin aku obati,,??
waktu..
apakah kau sanggup mengantarkanku pada dia..??
dia yang telah berhasil kau miliki...
Hai.. Langit biru..
kau tahu apa yang manjadi lukaku
apa yang menjadikanku rindu..
karena tak ada yang kurahasiakan darimu..
semua telah tertuliskan padamu..
*waktu biru rindu luka*
21.18
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar