18.16

INI TENTANG SEKEPING HATI YANG AKU PUNYA


Jangan cemburu bila aku berkata hati ini hanya aku yang punya
Dan duniaku adalah hatiku ini
Dengarkan hatiku ini
Kemanapun aku pergi hanya dia yang temani aku

Luka, perih, pedih bahkan saat kekasih pergi
Hanya ada hatiku ini
Hanya dia yang aku punya
Dia yang aku jaga dari kontaminasi dunia
Ku jaga bagai pualam
Ku letakkan pada tempat teristimewa dalam dadaku
Cukup
Kau tak boleh memprotesnya
Atau merenggutnya hanya tuk sekedar dapat perhatian dariku

Sebenarnya sekeping hati ini ingin ku berikan padamu
Yang mungkin mampu menjaganya dari debu dan goresan
Yang mungkin mau melindungi dari kejamnya dunia
dan yang mampu memberikan kelembutan seperti embun di pagi hari
atau seperti merdunya gemericik air telaga
atau seperti hangatnya sinar matahari

Bila mampu atau menyanggupinya
bila tidak
Maaf
Sekeping hati ini akan aku berikan
kepada siapa yang mampu manjaganya
yang mau melindunginya
bukan hanya itu
akan ku berikan jua seluruh detak jantung dan waktuku
bahkan seluruh hidupku
untuknya
tuk bangun sebuah istana Kristal indah
dimana aku akan berbahagia di dalamnya
selamanya

( bersediakah dirimu ? hm….)


with
love violet
Lembah hijau 21 mei 2009 13.01

07.08

MENOLAK PESONAMU

Harusnya aku mengerahkan saraf baja menolak pesonamu
Ini solusi terbaik untuk aku bisa tidur nyenyak malam ini
Cukup mengelikan dalam 100 hal memang :P
Tapi ini kayaknya kurang relevan yak !
Aku tidak terlalu berharap

Aku benci diriku karena aku cinta padamu
Ouch……maaf ku rasa tidak
Aku menyebut itu hanya sebagai ilustrasi
Mungkin saja terjadi

Kau mempesonaku dengan rasa pahit
Yang terus mengusik hatiku
Kemarahan yang indah
Dan aku harus menerimanya dengan geram
Aku dendam

Memoriku sebenarnya kacau
Tapi janganlah itu merisaukanmu
Karena aku bukan siapa-siapamu

1 pertanyaan
kau suka sendirian ?
aku juga tidak
hm…..sepertinya kita harus menderita bersama-sama


with love violet
lembah hijau 28 mei 2009 18.00

22.03

..lazuardi..

Kau tahu..
Jika senja mulai menghilang..
Aku akan tersenyum bahagia
Karena malam akan menjemputku
Dan kemudian aku akan menjadi sangat bahagia

Aku tak peduli dengan gelap dan kelam
Karena aku yakin ada DIA yang akan beriba padaku
Dan kemudian memberikan cahayaNYA
Mungkin cahaya itu bukan untukku
Tapi setidaknya
Meskipun dari jauh aku dapat merasakan terangnya
Aku tak butuh cahaya yang terang
Karena itu akan menyilaukan pandanganku
Dan kemudian aku tak dapat melihat dengan jelas

Kau tahu
Ketika aku mengenalmu melalui namamu
Aku semakin percaya bahwa DIA MAHA INDAH DAN LEMBUT
DIA melaluimu, menyapa hatiku ketika aku bermuram

Atas nama keindahan namamu
Aku semakin percaya
DIA menciptakan segala ciptaanNYA dengan amat sangat sempurna

Kau tahu
Aku mengenalmu bukan melalui rupamu
Cukup namamu yang aku sematkan jauh sebelum aku mengenalmu
Dan melalui namamu
Aku semakin percaya
DIA menyampaikan kalam indah dalam FirmanNYA dengan penuh keindahan bahasa

Dan kau tahu
Melalui tutur bahasa yang kau rangkai dengan tulus
Aku percaya bahwa keberserahanlah yang membuat aku tenang
Aku tak terbuai oleh tulisanmu
Aku tak terbuai oleh rupamu
Karena aku mengenalmu bukan karena tulisan dan rupamu
Aku mengenalimu karena do’a yang teruntai dari namamu

Sudah kesekian kali aku katakan padamu
Aku hanya biasa
yang hatinya pun dapat terluka
yang dari wajahnya pun dapat berirmata

Ya.. aku hanya biasa
Yang hanya biasa
Yang masih belajar memahami batas antara keinginan dan kebutuhan
Ingin kucukupkan segala rupa rasa dalam inginku
Namun sungguh bukan untuk menepuk punggungmu

Untuk melihat wajahmu pun aku hanya terdiam
Lalu bagaimana bisa aku menepuk punggungmu
Sedang tanganku saja masih terluka

Lalu bagaimana bisa kuhadapkan wajahku untuk menatap indah matamu
Sedang aku sendiripun masih kesusahan untuk membersihkan wajahku
Dari kemunafikan dan keterlenaanku

Dan kau tahu
Cahaya yang kuperlukan mungkin ada padamu
tak perlu mendekatiku tak perlu berbagi denganku

cukup dirimu saja disana dan selesaikan urusanmu…
aku hanya butuh pendaran cahaya yang kau genggam
mungkin cahayamu akan menuntunku melalui kegelapan malam
dan aku kemudian berjalan pada jalur yang seharusnya aku lalui..

Demi DIA yang MAHA INDAH dan LEMBUT
Kau telah menyapa hatiku
Bukan atas rupa dan tulisan
Tapi karena keindahan do’a dalam namamu
Wahai engkau pemilik nama seindah langit biru



*Parijs Van Java, dipenghujung malam hari ke empat dibulan Mei, 2009*

07.19

AKU PATUNG BAGIMU


Pagi tadi aku menghampiri embun diatas rumput di tepi jalan setapak menuju hutan kecil di pegunungan arfak papua
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai embun pagi ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !

Lalu…….
Aku berjalan menghampiri bunga liar kecil putih
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai bunga putih kecil ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !

Hai kemanakah kau kekasihku ?
Kemudian aku berlari menghampiri desau pinus
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai desau pinus ?
Ia menjawab:bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !

Tapi kekasihku tak ada, kemana dia ?
Aku tak putus asa
Kembali aku bertanya pada kabut yang mulai turun
Aku bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai sang kabut ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !

Ooooh….semua tahu dimana dirimu tapi aku tak melihatmu
Aku tinggalkan hutan kecil itu
Aku berlari menuju pantai
Ku hampiri ombak dan bertanya : lihatkah kau kekasihku wahai ombak laut ?
Ia menjawab : bukankah dia selalu bersamamu ?
Mengapa kau tanyakan !

Ombak tahu, bunga putih kecil tahu, semua tahu dimana dirimu berada
tapi aku tak melihatmu
Kemana ? dimana ?

Aku marah,….. berlari menahan tangis
Lalu ku datangi pasir pantai bersimpuh putus asa
Dan lirih aku bertanya lihatkah kau kekasihku wahai pasir yang putih ?
Ia menjawab lihatlah kekasihmu selalu di sampingmu
Mana jawabku…
Ituuuuuu…..
Yaaaa aku melihatnya
Tapi dia diam saja tak berkata, tak bertanya
Tak manganggap aku ada

Karena…..
Dia hidup dalam dunianya
Dia tenggelam dalam laut pekerjaannya sepanjang hari, sepanjang waktu
Dia hanya peduli dengan dirinya sendiri

Karena aku hanya patung baginya


with love
violet 

lembah hijau 15 juni 2009 17,35’ saat aku menantimu pulang

04.22

CINTA, TINGGALKAN AKU SEKARANG JUGA


Aku tak mau memohon pada cinta
Yang tadi pagi menyapa aku kala gerimis mulai turun
Karena hatiku telah terluka

Sungai air mata kutumpahkan bermalam-malam tuk cinta
Dan berbait-bait sajak kulantunkan hanya untuk cinta
Dia tak mengerti

Telah ku himpun segenap warna tuk melukis sketsa merah jambunya cinta dalam hati dan benakku
Cinta hanya memberikan seribu diam

Apa yang salah
Cinta tak memberikan walau hanya seulas senyum
Hampa

Aku tak mau memohon pada cinta
Walau malam memberikan pengharapan pada bulan tuk bersinar
Walau bayu semilir sejuk menyergap rasa

Kisi-kisi hatiku telah aku tutup
Karena ternyata cinta sedingin es
Membekukan
Nyaris membuatku tak mampu bergeming dari khayalku

Hingga aku putuskan
Aku datang padamu cinta
Memohon
Cinta tinggalkan aku
Sekarang juga............


by violet


Lembah hijau 27 juni 2009 8.28 ( pagi ini sedang gerimis sayang ! )

21.21

layang - layang putus di kala senja

biru tak kan pernah meninggalkan langit..
meskipun langit beranjak menjadi pekat..
tingginya langit sebatas pandangan jiwa..


biru tak kan pernah menjauhi laut..
karena biru adalah dalamnya laut..
dalamnya laut sebatas pandangan hati..


senja memerah di batas cakrawala..

aku layang - layang yang putus di kala senja

diterbangkan angin dan kini..


AKU SIAP

bila DIA mendamparkan aku
dimanapun DIA berkehendak

21.37

ketika aku di peluk cinta

sering kuhasratkan sesuatu,
Namun Kau telah memilihkannya untukku
pilihanMU senantiasa lebih baik
dan
Kau teramat sayang padaku..
(Ibn AtThaillah)

mungkin aku dapat merangkai kata
tapi itu bukan aku yang menggerakkan
DIA yang Maha Berkehendak

dan sungguh malam ini aku tak kuasa
atas segala rasa yang kupunya

“Robb…aku jatuh cinta, sungguh aku jatuh cinta Robbku…
Bukan karena pesona yang dia punya atau bukan pula karena dia punya segalanya…
Namun semua yang telah Engkau izinkan terjadi, telah membuat ku terbiasa melalui hariku bersama dia, meski hanya dalam lelapku…"

tapi....
aku bukan menyangsikan apapun yang menjadi rencanaMU..
aku hanya tidak mau berharap banyak atas keinginanku

aku terlalu rapuh untuk ini semua..
sungguh aku terlalu rapuh atas rasaku sendiri..

aku jatuh cinta
atas rasa yang tak pernah ku duga

aku jatuh cinta
atas segala rupa rasa yang tak biasa


*Parijs van Java, hampir menjelang jam dua pagi, hari ke sembilan, bulan Mei, 2009*

21.33

"merapuh"

seberapa lama aku mampu menyusun bait - bait kisahku,
menguntai benang - benang impian,
memintalnya dalam pengharapan sehingga aku dapat menorehkan warna yang indah
laksana pelangin di ujung senja..

kini langitku kelam..
bintangpun lelah dan bersembunyi di balik mega...
sementara bulan mahsyuk dengan nyanyian hujan..


perjalananku tak terhenti sampai saat ini..

Robb...aku..hatiku..jiwaku

..
Kau yang Menggenggamnya..

entah malam kesekian yang kulewati bersama hening..
Aku menari dalam kegelisahan,meskipun begitu aku tak pernah lelah tuk menanti..

Robb.. malam tadi dia menyapa kembali hatiku
hatiku..hatiku dia sapa dengan kelembutan tuturnya..

Robb.. disujudku semalam
aku tundukkan wajahku
dan aku tak sanggup sembunyikan airmataku

Robb..hatiku..hatiku
sungguh tak sanggup aku atas hatiku..

Robb..dalam permohonan keberpasrahanku atas semua inginku..
aku yakin..semua adalah dalam pengaturanMU
tak ada daya upayaku untuk membuatnya menjadi apa mauku..

Robb..hatiku..hatiku
aku.. terdiam dalam bisikan hatiku
hatiku yang begitu rapuh..
dan semakin merapuh..

Robb..hatiku..hatiku

Engkau telah mempersiapkan segalanya untukku
atas pilihan yang Kau sediakan
aku memohon dengan sangat..


Robb.. hatiku..hatiku

aku memohon dengan sangat
ketika aku menjalani atas apa yang menjadi PilhanMU untukku
iringi langkahku dengan ikhlas..
ketika aku melewati atas apa yang menjadi KetentuanMU untukku
rengkuhlah aku dalam sabar..
ketika aku menyusuri atas apa yang menjadi RencanaMU untukku
sandingkan aku dengan tawakal..

Robb..hatiku..hatiku
malam tadi dia mengunjungiku..
dia mengukirkan semangat dalam senyumnya
dia menyematkan asa dalam wajahnya
dia menyapa hatiku yang rapuh
dan semakin merapuh

Robb.. hatiku..hatiku..
ingin kucukupkan segala inginku..
tapi sungguh aku tak kuasa..
kini dia menjadi bagian didalam inginku

Robb..biarkan...biarkan..
aku disini
menikmatinya
menikmati tiap kali dia menyapa hatiku

Robb..biarkan..biarkan
dia disana
menjalaninya
menjalani pilihannya

dan biarkan aku selalu melihat dia tersenyum


*biru dalam hening*

21.30

aku yang rindu

kau tahu apa itu rindu??

ceritakan padaku tentang rindu..
karena bagiku rindu itu adalah hening..

kau tahu bagaimana itu rindu?

katakanlah padaku tentang rindu..
karena bagiku rindu itu adalah malam..



aku yang rindu
ketika dihampiri senyap

aku yang rindu
ketika langit biruku berairmata

aku yang rindu
ketika angin membelaiku

aku yang rindu
ketika bintang berkedip padaku

aku yang rindu
ketika bulan merajuk di balik mega

aku yang rindu
ketika khayal mendekapku

aku yang rindu
ketika mimpi memelukku

*biru di ujung senja, tanpa airmata, hanya hening*
mei, 2009

21.28

tentang sebuah rasa dalam hatiku..

bukan aku takut untuk mengakui
namun aku takut mengistilahkan apa tentang rasa ini

bukan aku takut salah
tapi aku takut jika ini memang benar adanya

ribuan tulisan pernah kubaca tentang sebuah rasa ini
ribuah syair, puja dan puji pernah ku cermati
beribu rupa rasa yang terlukis di dalamnya

tapi..

aku hanya bisa menuliskannya dengan sederhana
dari huruf huruf yang kurangkai menjadi kata dengan segala rupa rasa

aku hanya bisa menuliskannya dengan sederhana
dari kata - kata yang kurangkai menjadi kalimat dengan do'a dan pengharapan

tulisanku adalah pendaran hatiku
hatiku yang berbisik pada jemariku
ketika mulutku terkunci karena segenap rasa itu
rasa yang mendesak hatiku untuk berbisik
bukan untuk berteriak
cukup berbisik
karena bisikannya adalah kejujuran

jiwaku teranggas kemarau seperti randu
jantungku berdegup melemah tak menentu
airmata rindu selayak sungai berliku

aku tak perlu mengatakannya padamu
karena kau sudah tahu melalui mata hatimu

senandung desauan angin membelai semak
seiring senyum yang kugambarkan dalam bayanganmu

tak memaksamu untuk memahami rasa ini
tak memaksamu untuk mengerti rasa ini

cukup saja rasa ini untukku sendiri
cukup senyummu saja disana yang akan menemani

tak perlu mendekat padaku
karena mungkin langkahku akan terhenti

dan jangan jauhi aku karena rasa ini
karena..
kini segenap rasa ini ada padamu

lalu bagaimana aku dapat berahasia pada senja?
jika hampir semua isi batin ini ada padamu
jika binarmu menyimpan semua gundah dihatiku



*biru ditemani hening di atas bukit memandang langit biru*

21.20

jangan pergi dulu...lazuardi

kemarin kau kisahkan aku
tentang masa lalu dan kenanganmu
hingga kau buat jutaan kata puja dan puji untuknya
aku hanya diam..

kemarin kau sampaikan padaku
tentang kerinduanmu atas kematianmu
hingga kau terkubur bersama luka dan masalalumu
aku hanya diam..

kemarin kau utarakan padaku
tentang asamu mengeja setiap bait kehidupan
hingga kau terluka berdarah dan berairmata
aku hanya diam..


kemudian..
kau tanyakan padaku
mengapa aku hanya diam??
apa yang harus kukatakan padamu
jika semua telah kau wakili


dan..
kemarin kau bercerita
tentang bunga keabadian
tentang awan dan pendakian

kemarin kau katakan
ketika kau di puncak gunung
awan akan ada di bawah kakimu


lalu..
ku ceritakan padamu
tentang kisah laut dan langit
tentang awan,
tentang teratai bunga kehidupan

kemudian..
kau bilang
kau akan pergi
untuk pendakianmu yang kesekian

sekarang aku katakan padamu

jangan pergi dulu..

sudikah kau menungguku sejenak
ada sesuatu yang ingin kutitipkan padamu

aku ingin menitipkan rinduku pada langit biruku
rinduku atas nama do'a

jika bukan karena rindu...
mungkin hatiku tak akan terdiam
aku diam karena rindu
rinduku yang meruah jingga
di batas senja..

21.18

"cemburu pada waktu"

aku pencari luka..
luka itu kunikmati dengan rindu..
aku ingin hilang, mungkin terbang atau tenggelam..
atau berubah menjadi debu..
lalu tertiup angin, dan kau hirup udaranya…
agar menyatu kedalam dirimu…
agar dapat menyatu denganmu..

lukaku masih seperti kemarin..
mungkin lukaku yang hampir mengering harus kurobek..
hingga darah bekunya akan mencair dan mengalir..
kemudian aku akan menari tertawa bahagia..


aku menari-nari di atas genangan airmata..
aku tertawa di atas rindu yang mendera..


kemarin aku luka..
lukaku masih sama seperti kemarin..

rinduku pada lukaku masih berlaku..

biru luka..
lukaku biru karena rindu..

dan kini ...

aku cemburu pada waktu..


karena waktu berhasil memilikimu..
karena waktu berhasil membuatku kehilanganmu..
karena waktu berhasil memisahkanku denganmu..


haruskah aku menunggu waktu..??
mengapa bukan waktu yang menungguku saja..??

waktu..
apakah kau sanggup mengobati lukaku..??
luka yang tak ingin aku obati,,??

waktu..
apakah kau sanggup mengantarkanku pada dia..??
dia yang telah berhasil kau miliki...


Hai.. Langit biru..
kau tahu apa yang manjadi lukaku
apa yang menjadikanku rindu..
karena tak ada yang kurahasiakan darimu..
semua telah tertuliskan padamu..


*waktu biru rindu luka*

21.12

"rindu biru rindu luka"

luka ini ku buat sendiri..
luka yang kuciptakan dengan kesadaranku..

aku tahu ini luka..
tapi aku begitu menikmati luka..

aku biru yang bermain dengan luka..
luka yang aku bangun sendiri..
luka yang mungkin aku sendiri tak ingin menyembuhkanya..

kini aku rindu... luka..
luka yang telah ku rangkai sendiri
luka yang telah kususun di atas air mata kerinduan

lukaku..luka biru
lukaku..luka rindu

dari setiap penantian untuk bertemu..
terangkai luka pilu dalam qolbu..

sebuah peristiwa membawaku mangakhiri tawa
dan aku luka..

ingin ku akhiri semua ini,,
tapi aku tak cukup kuasa meninggalkan luka..
lukakun terendap dalam lara rindu..

ketika jarak dan waktu semakin menambah luka..

lukaku.. luka rindu biru..

entahlah..
aku mungkin hanya sebatas pengaggum yang merindu..

aku ingin berlari dan bersembunyi..
tapi bagaimana aku dapat berlari..??
jika kakiku terluka atas segala rindu mendera..
tapi bagaimana aku dapat bersembunyi..??
jika aku tak pernah sendiri..
bayanganmu selalu mengikutiku..

luka..
aku luka..
dan aku rindu..luka..

wahai engkau cahaya pada penglihatanku..
pandanglah aku yang luka..
pandanglah walau sekejap..

sambut tanganku..
sambut tanganku.. rindu..

apakah aku yang menunggumu untuk bertemu denganku..??
apakah kau yang menungguku untuk bertemu denganmu??
bagaimana jika kau hentikan saja waktu itu..??

hingga tak akan ada alasan aku dan kamu untuk saling menunggu..

lukaku luka rindu..
rinduku rindu luka..

dan aku merindukanmu luka..
lukaku untuk merindukanmu..


*140609*

04.30

Merayu hening


Mimpiku sudah pergi bersama khayalku
Kini aku dipasung oleh rindu
Sepi menjauh dari ku
Bosan katanya
Tiap hari mendengar aku berkeluh kesah

Senyap pun
Enggan mendekatiku lagi
Jenuh katanya
Tiap hari mendengar lirihan hatiku
Kini aku merayu hening..
Rinduku semakin mengikatku
Dalam ketidak berdayaan

Hingga langitpun berairmata
Chandra terpekur di balik kelamnya mega
Lintang yang biasanya tersenyum
Sekarang terdiam bersembunyi
Lalu bayu mendekatiku

Berbisik tanpa suara
“Wahai engkau Sang Perindu, malam ini cukup dirimu sendiri,
Karena esok Tuhan akan kirimkan mimpi indah untukmu.. bersabarlah”
Dan aku masih merayu hening



parijs van java, hari ke sepuluh di bulan ke lima, 2009,, by biru..


09.25

Memutih rambutku

Hingga memutih rambutku
Aku tak peduli
Namamu masih tersimpan rapi dalam sudut terindah di dadaku

Walau kau membalasnya dengan dekapan air mata
Walau kau menikam dengan tajamnya sembilu di ulu hatiku
Aku tetap menantimu
Menantimu

Mungkin tak berarti apa-apa tukmu penantianku ini
Mungkin aku teramat naïf
Memujamu setinggi nirwana

Hingga rambutku memutih
Aku tak peduli
Akan kutunjukkan pada dunia
Bahwa cintaku menantimu
Tak kenal batas waktu


( lembah hijau 12 mei 2009 01.30 wit )